Museum Swasta Berjuang
Dalam
pelestarian berbagai kekayaan seni dan budaya, sekaligus sejarah bangsa,
ternyata museum masih berjuang menghidupi dirinya.
Udaya Halim, pendiri Museum Benteng Heritage yang
menampilkan keindahan budaya Indonesia-Cina. Museum ini terletak di Pasar Lama,
Tangerang.
Andil museum swasta dalam melengkapi museum pemerintah
sangat besar. Begitu pula perannya dalam menghidupkan serta memuliakan
kebudayaan sehingga patut diapresiasi dan didukung. Di sisi lain, museum-museum
swasta itu berjuang menghidupi diri pula.Jumlah museum swasta justru lebih
banyak dari museum pemerintah. Dari total 300 museum di Indonesia, milik
pemerintah pusat hanya 5 unit, milik pemerintah provinsi 25 unit, dan museum
pemerintah kota/kabupaten 100-an unit. Selebihnya merupakan museum swasta.
"Peran museum swasta sangat penting bagi
pengembangan kebudayaan, dari segi sejarah dan pendidikan. Pemerintah
seharusnya juga menyokong museum-museum swasta ini," kata Ketua Umum
Komunitas Historia Indonesia Asep Kambali, yang kerap mengunjungi museum-museum
di Indonesia.Museum Layang-layang di Jalan Haji Kamang, Jakarta Selatan,
merupakan salah satu museum swasta yang sejak didirikan pada 2003 ramai
pengunjung. Museum itu harus bekerja keras menghidupi dirinya, termasuk menggaji
para karyawan museum."Kami berjuang mendatangkan pengunjung. Kalau hanya
memamerkan layang-layang, orang enggak tertarik. Saya bikin lokakarya,
lalu membuat film dokumenter tentang layang-layang. Jadi, orang tahu
layang-layang yang dalam hal bentuk saja sangat beragam. Dari segi sejarah,
fungsi sosial dan budaya, antropologi, serta keagamaan juga sarat makna,"
papar pemilik museum Layang-Layang, Endang Ernawati.
Ciptakan acara
Endang masih ingat, dua tahun pertama museum
didirikan, pengunjung masih sepi. Endang memutar otak. Selain membuka lokakarya
layang-layang, Endang menggelar festival serta kegiatan lain. Dia bekerja sama
dengan dinas kebudayaan dan lembaga-lembaga lain.
"Saya punya kemauan untuk melestarikan
layang-layang ini. Ini kekayaan budaya kita," ujar Endang, yang sejak 25
tahun lalu bekerja sama dengan beberapa sekolah dasar dan sekolah menengah
pertama.
Harga tiket masuk museum itu Rp 10.000 per orang,
termasuk lokakarya membuat layang-layang. Museum menyediakan pemandu, tetapi
tidak dipatok biaya tertentu. Museum seluas hampir 2.000 meter persegi itu juga
terkadang disewakan untuk acara, seperti pernikahan. "Kalau tidak kreatif
membuat kegiatan, bagaimana bisa kami membayar karyawan. Kami tidak mendapat
bantuan dana dari pemerintah dan tidak money oriented," tutur
Endang.
Sejarah untuk anak
Salah satu sudut bangunan di Museum Ullen Sentalu yang
antik.
Museum swasta yang juga menarik perhatian masyarakat
ialah Ullen Sentalu di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum itu didirikan
keluarga Haryono dengan dukungan sesepuh dinasti Mataram dan diresmikan oleh
Pakualaman VIII pada 1 Maret 1997. Koleksi Ullen Sentalu berupa benda-benda
bersejarah, termasuk foto-foto yang menceritakan sejarah Keraton Yogyakarta dan
Surakarta.Ayu Ari, warga Bali, sangat tertarik dengan Ullen Sentalu hingga
beberapa kali datang. "Sekarang saya datang lagi mengajak anak-anak
saya," kata ibu lima anak itu. Bagi Ayu Ari, sejarah masa lalu
kerajaan-kerajaan di Indonesia sangat menarik untuk diceritakan kembali,
terutama kepada anak-anak. "Bali juga kental dengan tradisi keraton,
mirip-miriplah dengan Yogyakarta," ujarnya.
Museum Bank Mandiri yang berlokasi di kawasan Kota Tua
Jakarta selalu membuat kegiatan secara berkala demi menjaga minat pengunjung.
"Kami bekerja sama dengan komunitas untuk menggaet pengunjung. Menjual
cerita tentang bank tidak gampang, jadi kami terus berinovasi menghidupkan
museum," ujar Kartum Setiawan dari bagian Edukasi dan Pengembangan Museum
Bank Mandiri.
Museum Bank Mandiri
Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harry Widianto mengungkapkan, pemerintah
selalu mendukung museum swasta. "56 persen dana direktorat kami diserahkan
ke pemerintah daerah (dinas) untuk membantu revitalisasi cagar budaya serta
museum," kata Harry. Dia mempersilakan pemerintah provinsi membantu museum
swasta. Hanya, dana terbatas. Jadi, tidak semua museum bisa dibantu dalam waktu
bersamaan.





