Online Booking, Tidak Ada Alasan untuk Tidak Melakukannya
Perkembangan
yang terus naik membangkitkan optimisme bahwa pasar Indonesia sudah siap dengan
konsep booking online.
Para pembicara dari berbagai start-up di bidang
pariwisata, dalam WIT Indonesia 2014
Pemesanan tiket pesawat (booking) online
sudah banyak dilirik di Indonesia, terutama tak asing lagi untuk publik di
kota-kota besar. Saat ini peminat online booking meningkat dan jumlah
penggunanya menanjak. "Perkembangan sangat pesat. Sejak tahun lalu, saya
melihat market sudah siap dengan konsep booking online ini,"
tutur Ferry Unardi, Managing Director dari Traveloka.com, saat dijumpai
di acara Web in Travel (23/4). Traveloka adalah perusahaan internet
yang bergerak menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat secara online,
dirintis mulai Maret 2012.
"Ini karena semua maskapai telah memberlakukan e-ticket,"
lanjutnya.
Dijelaskan dia, melakukan penjual tiket online, sangat
berbeda dari penjualan tiket offline yang sifatnya mementingkan keramahtamahan.
"Menjual tiket online lebih soal menyediakan layanan yang reliable,
demi memenuhi permintaan yang sudah ada," katanya. Ferry yang memiliki
latar belakang software engineer ini menambahkan, sistem dan teknologi
yang kuat mutlak penting untuk bisnis Traveloka.
Menurut pengamatannya, "Kalau tahun 2012
orang-orang yang ingin booking online, tapi masih penuh pertimbangan
lantas batal. Pada 2013 dalam taraf mencoba-coba, 2014 ini banyak orang sudah
mau dan biasa online booking. 2015 nanti, semua orang sudah
tidak berpikir lagi: booking online sudah jadi pilihan utama."
Perkembangan yang terus naik dengan pesat
membangkitkan optimismenya bahwa ini akan bertahan dalam industri travel
Indonesia. "Sebab sudah lebih praktis dalam mencari, lengkap menemukan
tiket, baik yang termurah, jam yang tepat, maupun rute-rute tertentu; juga
harga bersaing dan payment yang mudah, bisa segala cara. Sehingga
ujung-ujungnya tidak ada alasan untuk tidak," simpul Ferry. Di samping
itu, dari segi maskapai online booking juga lebih praktis, lebih
efisien, serta menguntungkan.
"Namun, offline travel agent juga
punya tetap punya peranan, saya rasa. Karena perlu ada mengerti orang secara
lebih mendalam lagi, kasih tawaran lebih personalized. Misalnya untuk
memberitahu orang yang belum menentukan akan berlibur ke mana," ungkap
Ferry.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar